Jumat, 13 Desember 2013
Twitter Cabut Opsi Blokir Pengguna
Twitter nampaknya mengubah kebijakannya terkait opsi blokir pengguna ataublocking user. Ketika pengguna memblokir user lain, bukan berarti pengguna tersebut tidak miliki kemampuan untuk membaca segala aktivitas orang yang memblokirnya di Twitter.
Dikutip dari Mashable, sebelumnya fitur ini memungkinkan memblokir siapa saja yang dirasa mengganggu atau merepotkan. Tatkala seorang pengguna telah diblokir, maka user tersebut tak miliki kemampuan untuk melihat, membaca, dan mengakses informasi yang dimiliki user yang memblokirnya.
Namun lewat sebuah post di laman Twitter Help, tertulis lain. Jika akun pengguna publik (tidak tergembok atau dikunci/private), bukan berarti mencegah pengguna lain untuk mengikuti pengguna yang memblokir. Ini termasuk interaksi tweettermasuk pembaruan.
Juru bicara Twitter tatkala berbicara pada Forbes berujar kebijakan ini diubah setelah sejumlah pengguna ‘marah’ tatkala menerima perlakuan pemblokiran. Sebab, aksi blokir memblokir juga didasari faktor lain. Misalkan saja like dandislike.
Zerlina Maxwell seorang aktivis perempuan terkemuka, analis, dan penulis hingga membuat petisi online di situs Change.org. Ia meminta agar Twitter mengembalikan fitur blocking seperti sedia kala.
“Saya memencet tombol blokir hampir setiap hari. Meski itu bukan solusi sempurna, namun cukup bermanfaat,” jelasnya.
Fitur blokir memang belum ampuh untuk membendung pengguna usil. Jika pengguna diblok dan ingin melihat aktivitas akun yang memblokirnya, ia tinggal log out dan bisa membaca segala tweet yang dikicaukan. Ini bisa dilakukan asal akun yang memblokir terbuka atau publik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar