Pengasaman Laut Dunia terjadi sangat cepat
Penyuka liburan ke laut sebaiknya mulai mawas diri. Pasalnya
menurut informasi dari Badan Peneliti Nasional Prancis, hampir seluruh air di
lautan di dunia mulai terjajadi pengasaman. Ini terjadi karena tingginya kadar
karbondioksida. Diperkirakan lautan mendapatkan asupan karbondioksida sampai 24
juta ton setiap tahunnya. Proses pengasaman air laut terjadi cukup cepat dan
mungkin meluas sampai 170 persen di tahun 2100.
Masalahnya air laut nantinya semakin tidak
aman. Dikutip dari BBC, sekitar 30 persen spesies mungkin menjadi rentan
terhadap ancaman ekosistemnya dan tidak mampu bertahan. Karbondiaksida ini
sampai membuat susunan air kimia air berubah.
Profesor Jean Pierre
Gattuso dari CNRS menyampaikan, pengasaman seperti ini belum pernah ditemui di
masa-masa sebelumnya karena terjadinya sangat cepat. Awalnya proses pengasaman
terjadi di masa revolusi industri. Kala itu kadar keasaman air lau sudah
meningkat 26 persen.
“Anda tidak menemukan moluska pada tingkat pH pada tahun 2100,
ini benar-benar fakta cukup menakjubkan,” kata Prof Gattuso.
Saat ini pengasaman paling parah terjadi di laut Antartika dan
Artktik. Di sana terjadi terdapat kandungan karbondioksida cukup tinggi karena
perairan dingin menghimpun gas ini untuk bertahan. Hanya saja ini ancaman bagi
kehidupan bawah air. Diperkirakan kehidupan air segera punah sebesar 30
persen. .
Jauh hari sebelum menginjak
tahun 2100, mungkin peringatan untuk menjauhi laut Kutub Utara akan diumumkan.
Pasalnya, pada tahun 2020, air di Kutub Utara sudah tidak cocok lagi ditinggali
spesies yang memiliki cangkang dari kalsium karbonan. Puncaknya yaitu di tahun
2100 yang mengisyaratkan seluruh wilayah Kutub Utara tidak laik untuk
dikunjungi
Bukan tidak mungkin
pengasaman ini segera menyebar cepat ke berbagai negara termasuk Indonesia.
Hanya manusia sendiri yang bisa menyelamatkan kondisi ini.
<script>
(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,'script','//www.google-analytics.com/analytics.js','ga');
ga('create', 'UA-45892172-1', 'vheramidy.blogspot.com');
ga('send', 'pageview');
</script>
(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,'script','//www.google-analytics.com/analytics.js','ga');
ga('create', 'UA-45892172-1', 'vheramidy.blogspot.com');
ga('send', 'pageview');
</script>
Langganan:
Postingan (Atom)

1 komentar:
Let's keep our sea guys....!!
Posting Komentar